Saat mulai belajar tentang optimasi website, hal pertama yang biasanya Anda dengar adalah riset kata kunci. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua kata kunci diciptakan sama?
Memahami jenis jenis keyword adalah langkah awal yang sangat krusial agar konten yang Anda buat tidak sia-sia. Jika Anda hanya asal menulis tanpa tahu tujuan orang mencari kata tersebut, kemungkinan besar website Anda sulit mendapatkan trafik yang berkualitas.
Memilih kata kunci yang tepat bukan hanya soal volume pencarian yang tinggi, tapi soal relevansi. Dengan mengenali berbagai jenis jenis keyword, Anda bisa menyesuaikan isi konten dengan apa yang sebenarnya diinginkan oleh calon pengunjung atau pelanggan Anda.
Pentingnya Mengetahui Perbedaan Jenis Keyword
Mengapa kita harus repot-repot membedakan kata kunci? Jawabannya sederhana: agar strategi pemasaran Anda tepat sasaran. Setiap orang yang mengetikkan sesuatu di Google memiliki niat atau tujuan yang berbeda-beda.
Jika Anda salah memilih kategori kata kunci, Anda mungkin mendapatkan banyak pengunjung, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang membeli produk Anda.
Sebaliknya, jika Anda fokus pada kata kunci yang terlalu spesifik, mungkin pengunjungnya sedikit. Dengan memahami perbedaan fungsinya, kami dapat membantu Anda membangun strategi SEO yang lebih efektif, hemat waktu, dan tentu saja lebih menghasilkan keuntungan.
Jenis Jenis Keyword Berdasarkan Search Intent
Dalam dunia SEO, niat seseorang saat mencari sesuatu disebut dengan Search Intent. Secara umum, ada empat kategori utama yang perlu Anda kuasai:
1. Informational Keyword
Sesuai namanya, jenis ini digunakan saat seseorang ingin mencari informasi atau jawaban atas pertanyaan tertentu. Biasanya dimulai dengan kata “apa”, “bagaimana”, atau “cara”.
- Contoh: “Cara merawat sepatu kulit” atau “Apa itu investasi reksadana”.
- Tujuan: Membangun kepercayaan dan memperkenalkan brand Anda kepada orang yang baru mencari solusi awal.
2. Navigational Keyword
Kata kunci ini digunakan ketika pengguna sudah tahu spesifik website atau merek yang ingin mereka tuju. Mereka hanya malas mengetik alamat lengkapnya di address bar.
- Contoh: “Login Facebook” atau “Shopee produk kecantikan”.
- Tujuan: Memastikan bahwa ketika orang mencari nama bisnis Anda, website Anda muncul di urutan paling atas.
3. Commercial Keyword
Di tahap ini, orang sudah berniat membeli sesuatu, tetapi mereka masih ragu dan ingin membandingkan produk atau mencari ulasan terlebih dahulu.
- Contoh: “Review iPhone 15 vs Samsung S23” atau “Jasa SEO terbaik di Jakarta”.
- Tujuan: Meyakinkan calon pembeli bahwa produk atau layanan yang Anda tawarkan adalah pilihan terbaik dibanding kompetitor.
4. Transactional Keyword
Inilah “kata kunci emas”. Pengguna yang mengetikkan kata kunci ini sudah siap mengeluarkan uang dan melakukan transaksi saat itu juga.
- Contoh: “Beli sepatu lari murah” atau “Harga langganan Netflix”.
- Tujuan: Mengarahkan pengguna langsung ke halaman produk atau halaman pembayaran agar terjadi penjualan.
Mengelola strategi SEO memang bukan perkara mudah. Selain harus memahami berbagai jenis jenis keyword, Anda juga perlu memantau perubahan algoritma Google yang terus diperbarui.
Jika Anda merasa kesulitan atau tidak memiliki waktu untuk mengurus teknis SEO yang rumit ini, menggunakan jasa profesional adalah pilihan yang bijak.
Optimasi yang tepat akan membuat bisnis Anda lebih mudah ditemukan oleh orang yang tepat di waktu yang tepat pula. Kami sangat menyarankan Anda untuk fokus pada pengembangan produk, sementara urusan visibilitas di mesin pencari diserahkan kepada ahlinya.
Untuk urusan ini, Anda bisa mempercayakan strategi digital marketing Anda kepada PAKAR Jasa.
Sebagai konsultan dan penyedia jasa SEO yang berpengalaman, PAKAR Jasa siap membantu meningkatkan peringkat website Anda dengan pemilihan strategi kata kunci yang akurat dan tepat sasaran. Mari mulai kembangkan bisnis Anda lebih luas lagi bersama kami!