Dalam dunia pemasaran digital, kita sering mendengar istilah marketing funnel atau corong pemasaran. Tahapan paling atas dari corong ini disebut dengan Top of Funnel.
Singkatnya, Top of Funnel adalah tahap awal di mana calon pelanggan pertama kali berinteraksi dengan sebuah merek atau menyadari adanya suatu masalah yang perlu diselesaikan.
Di fase ini, fokus utama Anda bukan langsung berjualan secara agresif, melainkan memberikan edukasi dan membangun koneksi awal dengan audiens.
Apa Itu Top of Funnel (TOFU)?
Top of Funnel adalah pintu masuk bagi calon pelanggan sebelum mereka memutuskan untuk membeli produk atau layanan. Bayangkan seperti sebuah toko fisik; TOFU adalah momen ketika orang-orang baru sekadar melihat etalase atau melewati toko Anda.
Pada tahap ini, audiens biasanya belum memiliki niat beli yang kuat. Mereka mungkin sedang mencari informasi, mencari solusi atas sebuah kendala, atau sekadar menjelajahi internet.
Oleh karena itu, konten yang disajikan harus bersifat ringan, informatif, dan mudah dikonsumsi tanpa memberikan tekanan untuk segera melakukan transaksi.
Peran Top of Funnel dalam Customer Journey
Memahami peran TOFU sangat penting agar strategi pemasaran Anda tidak salah sasaran. Berikut adalah beberapa peran utamanya dalam perjalanan pelanggan:
Membangun brand awareness
Langkah pertama agar produk laku adalah dikenal. Tahap ini bertujuan agar nama brand Anda muncul di benak audiens. Semakin sering mereka melihat konten yang bermanfaat dari Anda, semakin besar kepercayaan yang terbangun.
Menarik audiens baru yang belum mengenal brand
Strategi Top of Funnel adalah cara terbaik untuk menjangkau orang-orang yang sebelumnya tidak tahu bahwa bisnis Anda ada. Dengan target audiens yang luas, Anda bisa menyaring siapa saja yang nantinya benar-benar tertarik dengan apa yang Anda tawarkan.
Membantu audiens mengenali masalah atau kebutuhan mereka
Seringkali, orang tidak sadar mereka punya masalah sampai ada yang menjelaskannya. Konten di tahap ini berfungsi sebagai “pembuka mata” bagi audiens agar mereka menyadari bahwa ada solusi yang bisa mempermudah hidup mereka.
Jenis Konten yang Cocok untuk Top of Funnel
Karena tujuannya adalah menarik perhatian, Anda tidak bisa sembarangan membuat konten. Berikut adalah panduannya:
Konten informatif & non-promosi
Hindari kata-kata “Beli Sekarang” atau “Diskon Hari Ini” secara berlebihan di tahap ini. Sebaliknya, gunakan format seperti artikel tips, infografis, atau panduan singkat. Berikan nilai tambah terlebih dahulu kepada audiens Anda secara cuma-cuma.
Menyesuaikan pain point audience
Buatlah konten yang menjawab kesulitan atau pertanyaan yang sering dialami audiens. Misalnya, jika Anda menjual alat masak, buatlah konten tentang “Cara Menghemat Waktu Menyiapkan Sarapan”. Ini akan jauh lebih menarik minat daripada langsung menawarkan harga panci.
Salah satu media paling efektif untuk tahap ini adalah video. Video pendek yang menarik secara visual lebih mudah dipahami dan dibagikan oleh audiens di media sosial.
Menggunakan jasa pembuatan video yang profesional dapat membantu Anda menciptakan konten yang berkualitas tinggi dan terlihat kredibel di mata calon pelanggan.
Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan website sebagai media yang efektif. Anda dapat membuat artikel informasi agar website dan brand Anda dapat sering muncul di pencarian atau visibilitasnya meningkat. Untuk membuat artikel ini, Anda dapat menggunakan jasa SEO yang akan membantu website Anda ranking melalui berbagai strategi.
Mengoptimalkan strategi di tahap awal ini sangat krusial agar bisnis Anda memiliki aliran calon pelanggan yang stabil. Tanpa strategi Top of Funnel yang kuat, Anda akan kesulitan mendapatkan prospek baru untuk dikonversi menjadi pembeli.
Sebagai agensi digital marketing yang berpengalaman, PAKAR Jasa menyediakan berbagai layanan mulai dari creative, SEO, marketplace hingga optimasi iklan.
Dengan dukungan dari PAKAR Jasa, Anda dapat lebih fokus pada pengembangan bisnis sementara kami memastikan perjalanan pelanggan Anda dimulai dengan kesan yang luar biasa.